Sabtu, 12 Februari 2011

Grandia - PS1/PSX


Grandia

Grandia adalah game PS1 yang dipublikasikan oleh Game Arts / SCEA pada tanggal 30 september 1999. Genre game ini adalah RPG Role-Play. Game ini memiliki alur cerita yang bagus dan kisah yang kompleks. sayangnya di Game PS1 ini, graphic Grandia masih berbentuk kartun. namun sudah lebih baik karena game ini ada fitur Rotate Camera.
Menurut saya pribadi, game ini bagus karena walaupun memiliki graphic yang lemah, tapi pada event event tertentu akan ada Voice Conversation mereka. fitur ini yang membuat game ini tidak pasif. pergantian Foto dari setiap pembicaraan selalu terjadi, unik deh. kedua fitur ini membuat game ini lebih terasa konfliknya, dan juga emotion dari karakter karakter itu sendiri.

The Story...
Justin, inilah seorang tokoh utama. dia adalah lelaki berumur 14 tahun yang sering sekali membuat onar dikotanya. kerjaannya tiap hari hanya bermain dan bermain saja. bersama teman temannya, Sue, Gantz dan ketiga kawannya. suatu hari mereka mengadakan permainan Petualangan.
__________
Gantz memberikan misi kepada Justin untuk mengumpulkan 4 barang barang legendaris seperti Legendary Sword, Legendary Shield, Legendary Armor, dan Legendary Helmet. semua benda benda ini sebenarnya tidak legendaris sama sekali, melainkan Helmet adalah Dandang , Shield adalah tutup got, Armor adalah Appron (celemek), dan Sword adalah pedang kayu. Gantz menyuruh Justin untuk mengumpulkan semua barang tersebut sebelum sore hari kalau tidak Sue, teman baik Justin akan menikah dengannya (masih kecil kecil udah kayak gini pikiran hahaha).
pada awal mula ceritanya, ada Sue sedang berlari lari kesana kemari. nampaknya dia mencari sesuatu. awal mula cerita, Justin menyusup ke rumah orang untuk mencari ke-4 barang tersebut. dan pada saat itu dia tertangkap basah karena merogoh rogoh isi lemari pemiliki rumah tersebut. dia dilempar keluar rumah dan di hajar kepalanya oleh pemilik rumah tersebut. lucu banget deh.


Sesaat setelah Justin ngomel ngomel kepada pemilik rumah tersebut, Sue datang menemui Justin. Sue menunjukan bahwa dia telah mendapatkan barang legendari pertama yaitu 'Dirty Appron' . dia menemukannya di sudut selatan kota Parm. kota mereka berdua tinggal. Sue adalah gadis kecil berumur 9 tahun yang selalu menjadi teman baik Justin. anak ini telah ditinggalkan oleh kedua orang tuanya saat dia berumur sangat muda. dan sekarang dia tinggal bersama Paman dan Bibinya di kota Parm. gadis kecil ini selalu meluangkan waktu makan malam nya di rumah Justin, yang juga merupakan Restoran terkenal milik ibunya , Lily.
__________
Pokoknya misi pertama adalah mendapatkan ke-4 barang tersebut. dan tunjukan kepada Gantz. Legendary Shield terletak di dermaga. bagian kiri rumah pertama. Legendari Helmet terletak di sewer kecil di kota Parm, letaknya tidak jauh dari Gantz. saat kau tunjukan ketiga barang tersebut. Gantz akan memberi petunjuk tentang Legendary Sword. kejar adiknya Gantz, yaitu Tentz. bantu dia mencari sebuah kunci milik Gantz lalu pergi kerumah Gantz untuk membuka peti yang berisi Legendary Sword tersebut. berikan semuanya ke Gantz dan misi berakhir. Kembali ke rumah Justin untuk istirahat makan malam.


Ini Lily. dia adalah ibunda dari Justin. sifatnya yang tempramen sering sekali dilampiaskan kepada anaknya. dia sering sekali memukul kepala Justin tanpa sebab dan paling benci dengan perkataan gombal. wanita ini adalah bekas Kapten Bajak laut yang pernah menguasai lautan di zamannya. dialah Lily the Skull, bajak laut yang ditakuti. pada akhirnya dia menikah oleh seorang petualang dan melahirkan Justin.
__________
ada event makan malam di rumah Justin, mereka bertiga berbicara satu sama lain tentang hal hal konyol yang tidak penting. pada pagi harinya Justin dan Sue bergegas pergi ke Museum di kota Parm. Curator, adalah seorang pemilik museum tersebut. dia menyuruh Justin menemuinya karena Reason tertentu. dia ingin membahas tentang barang peninggalan Ayah Justin yang telah melegenda itu, yaitu Spirit Stone. saat player disana, coba masuk kedalam ruangan fosil bersejarah. tanya tanyain aja semua patung disana, nanti ada patung Icarian yang bila ditanya akan ada cerita. singkat singkat cerita Justin diberikan Pass untuk investigasinya di Sult Excavation Site. Player akan bertemu dengan Trio wanita. mereka bertiga merupakan Komandan yang dipimpin oleh Herr Mullen.

(dari kiri ke kanan) Nana, Saki, dan Mio. mereka adalah komandan yang bertugas dibawah pimpinan Mullen Army. mereka bertiga sangat menyukai Herr Mullen karena ketampanan dan ketegasannya.
__________
Di Sult Excavation Site, Justin memberikan Pass untuk meng-investigasi apakah benar ada Ruins yang menjelaskan tentang peradaban Angelou. namun Nana meminta izin tersebut lalu merobek robeknya, Nana tidak ingin misi mereka dalam mencari artefak langka disana gagal karena dua bocah kecil. setelah mereka berlalu didepan mata Justin, Sue menyarankan agar kembali ke Parm. namun insting petualang Justin mengatakan agar pergi lebih dalam, dan menyelinap tentunya. singkat singkat cerita cari jalan menuju Sult Ruins.


disana Justin akan bertemu dengan Liette, seorang wanita dari peradaban lain. dia akan memberitau tentang peradaban Angelou dan apakah itu Icarians sebenarnya, bila Justin telah melewati End of the World. akan ada sebuah cutscene tentang Icarians.
Justin berpikir dia dapat menjelajahi dunia ini dan menaklukan End of the World dengan kekuatannya. dia bergegas pergi dari Sult Ruins ini. saat Justin dan Sue hendak keluar dari tempat ini. ternyata Herr Mullen dan Leen menghadangnya di pintu keluar.
Herr Mullen, mengancam Justin untuk buka mulut tentang apa yang dilihatnya tadi di dalam ruangan. ada 3 option disini yang dapat player pilih. mau jawab asal asalan boleh, mau jawab jujur boleh, mau nantang juga boleh. disaranin sih Jujur aja biar gak di sabet pake pedang si Justinnya (kasian.. hahaha). ketiga option tersebut kurang penting sih, pada akhirnya tetep aja Justin dan Sue kabur dari Herr Mullen. pada saat keluar dari Sult Ruins, ada perangkap yang telah Herr Mullen & Leen pasang, yaitu Boss pertama di game ini. (copo bossnya, pake aja 'Critical' terus biar gauge act nya ga mulai mulai, ikutin tips saya ini, kalian ga akan kena damage 1 pun dari boss pertama). abis bossnya kalah pulang deh ke Parm, ngobrol ngobrol lagi sama Lily sembari makan malam. keesokan harinya Justin dan Sue pergi ke Stasiun kereta untuk menjelajahi sebuah kediaman Petualang legendaris bernama Java. Lelaki tua yang pikun ini memberikan tugas untuk membunuh monster monster di dalam Mine dan juga bossnya. ga ada cerita yg menarik disini, akhiri tempat itu dan kembali ke Java. Justin & Sue lulus dalam test yang diberikan Java. Sue menganjurkan untuk pulang karena hari semakin gelap. sesaat setelah Sue melangkah agak jauh dari Justin, Java berkata kepada Justin. 'Seorang petualang sejati itu hanya bertualang sendirian, jangan melibatkan orang lain dalam petualanganmu'. mendengar ini, Justin meng-iyakan.


Saat di Parm, Justin berkata kepada Sue untuk tidak ikut campur lagi dalam petualangannya. dia tidak ingin teman kecilnya terluka karena Sue juga masih sangat muda untuk bertualang dan menciptakan sebuah sejarah baru. mendengar perkataan Justin tersebut, Sue menangis dan juga marah. akan ada Voice Conversation disini, sumpah ngakak! Sue menangis dan pergi dari pandangan Justin. Justin berkata sendiri, "Sue, maaf ini adalah petualanganku, seorang petualang sejati tidak bergantung kepada orang lain. suatu saat, saya akan kembali dan mengajakmu bertualang setelah kamu sudah dewasa.", tidak lama dari itu Sue pun kembali, dan menendang Justin sambil berkata "Justin, kau pengkhianat!!" terus pergi lagi hahahaha. pergi kerumah ibunda Lily dan dinner lagi bersama sama.
Justin sudah merencanakan untuk pergi dari rumahnya besok, dia akan bertuangan kedunia baru. tidak ada main main lagi kali ini. pada saat dinner, Sue tidak datang karena telah dibuat nangis oleh Justin hahaha. nampaknya Lily sudah mengetahui tentang rencana Justin pergi dari rumah esok pagi. bincang bincang mereka nampak kaku kali ini. Justinpun sering sekali mengganti topik pembicaraannya. Lily nampak sedih akan ditinggalkan anaknya sendirian di Parm, hanya Justin yang dia miliki satu satunya saat kemeninggalan suaminya. Lily menyarankan Justin untuk tidur lebih cepat malam ini. Lily sedang merencanakan sesuatu.

Saat pagi pagi betul, Justin mengemasi barang barangnya. dan menyelinap keluar dari rumah. saat diruang keluarga. Justin meilhat foto Kakek dan juga Ayahnya. mereka berdua adalah seorang petualang yang hebat di masanya. Justin berbicara sendiri sebentar. dia mengeluarkan Poster tentang dirinya lalu menempelnya tepat disamping foto ayahnya dan berkata "Bu, saya akan pergi sekarang. saya nitip tempat foto disini ya, siapatau saya akan terkenal nantinya". (ngelucunya ga ada abisnya di game ini). saat Justin pergi ke Dermaga untuk memulai petualangannya, dia membuka tasnya ternyata ada sebuah surat dari ibunya. (mengharukan sekali saya bacanya). Lily berpesan kepada Justin untuk selalu menjaga kesehatan, karena pernah ayahnya berkata pada Justin, Kesehatan adalah Asset pertama dari seorang petualang sejati. dan Lily berkata, "Dia adalah Justin, anak kebanggaanku". Justin sedih meninggalkan ibunya. tapi menurutnya ini adalah sebuah tantangan baru di hidupnya, surat tersebut dia simpan agar selalu menjadi motifasinya dalam bertualang.


Nih pas di kapal, ternyata Sue diam diam mengikuti Justin kedalam kapal. namun tanpa Passport keberangkatan. Kapten kapal mengatahui kejadian ini. menurut semua awak kapal, bila ada seorang yang menaiki kapal dengan cara tidak sewajarnya. akan menimbulkan masalah besar diperjalanan. Kapten tersebut berniat untuk membuang Sue kelaut, namun Justin menghentikannya. Justin dan Sue setuju akan melakukan apapun yang penting mereka berdua sampai ke Destinasi berikutnya, yaitu New Parm. merek menjadi budak kapal selama perjalanan menuju New Parm. menyedihkan, disuruh ngepel Dek kapal lah, disuruh bangun pagi dan tugas tugas yang lain. tidak lama dari itu ada seorang bawahan Kapten kapal yang kembali kekapal tersebut setelah perjalanan jauh mencari harta. dia adalah Feena.

Wanita cantik ini adalah seorang bawahan kapten bajak laut yang telah menyelesaikan misinya dalam mencari Harta. di pertemuan awalnya dengan Justin, Justin langsung terpesona dengan kecantikan wanita ini, Justin berkata "dia terlalu cantik untuk menjadi seorang bajak laut". Justin dan Feena semakin akrab dalam perjalanannya menuju kota New Parm. mereka Sharing banyak hal disana. saat mereka asik bercerita banyak, tiba tiba saja langit menjadi gelap, Feena menghentikan pembicaraan mereka dan langsung lari cepat menuju Kabin kapten kapal. mereka berdua berkata tentang kutukan laut. Ghost Ship. kapal itu adalah sebuah mitos dilautan yang sampai sekarang belum pernah terlihat. ternyata Ghost Ship itu memang ada! Kapten kapal merasa ketakutan (pengecut! emang ada bajak laut kayak gitu? hahaha), dan langsung cemas akan kedatangan kapal setan tersebut. Feena mengumpulkan para Awak kapal untuk menyerang langsung kedalam kapal tersebut. namun tak ada satu orangpun yang berani mempertaruhkan hidupnya disana. Justin dan Sue bersedia ikut Feena kedalam kapal tersebut.

nih Screenshot kapalnya :

setelah mereka memasang tali menuju kapal setan itu, Justin dan yang lainnya langsung masuk menuju bagian dalam kapal. lawan lawan aja banyak musuh disana. ada satu monster yang susah di serang. gunakan 'Holy Flail' disana untuk membasmi monster itu. cari banyak barang dan juga pedang disana, lalu masuk ke kabin utamanya. cari sebuah buku tentang perjalanan kapal setan ini dan juga sejarahnya. pada saat Feena membuka LogBook tersebut, Boss semacam Gurita datang dari kabin bawah kapal. Duel deh sama boss nya. tips ngebunuh boss ini gampang, Fokus hajar tangan yang kiri, soalnya bisa nge-heal, abis itu tangan kanan yang magic magic terus. nyusahin kalo damage sihir itu. dalem banget. sisanya badan. kalahin dan lihat cutscene selanjutnya.


Selanjutnya setelah sampai di New Parm Dock, Feena berpisah. nampaknya Feena ingin cepat cepat menuju rumah kediamannya. carilah informasi tentang Adventurer's Society.

---- In Progress ----

Tidak ada komentar:

Posting Komentar